Gedung Mixed UseGedung Mixed Use

Systemaniax.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan sejumlah lahan di Jakarta Selatan untuk pembangunan gedung mixed use atau bangunan multifungsi. Proyek ini di gadang-gadang menjadi solusi efisien untuk keterbatasan lahan di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, konsep mixed use Jakarta Selatan ini akan menggabungkan berbagai fungsi dalam satu bangunan. Seperti fasilitas olahraga, kantor pemerintahan, hingga ruang publik. Tujuannya jelas untuk menciptakan kota yang lebih efisien, dinamis, dan berkelanjutan.

“Untuk mixed use, bangunan-bangunan vertikal seperti gedung olahraga di bawahnya dan kantor kecamatan di atasnya akan segera di mulai. Di Jakarta Selatan sendiri, ada dua hingga tiga proyek yang siap di bangun,” kata Pramono di kawasan Blok M Hub, Kamis (16/10/2025).

Efisiensi Lahan dan Konsep Kota Modern

Proyek gedung mixed use Jakarta Selatan ini bukan sekadar inovasi arsitektur, melainkan strategi cerdas dalam memaksimalkan penggunaan lahan perkotaan yang semakin terbatas. Menurut Pramono, proyek tersebut kini memasuki tahap pelelangan.

Ia menegaskan bahwa seluruh lahan milik Pemprov DKI ke depan akan di arahkan untuk pembangunan gedung multifungsi agar setiap meter tanah di Jakarta memiliki nilai guna yang maksimal.

“Semua fasilitas atau tanah milik DKI ke depan harus berkonsep mixed use,” tegasnya dalam Kuliah Umum Komunikasi Publik Pemerintahan Provinsi DKI Menuju Kota Global di Universitas Padjadjaran, Jatinangor.

Baca juga: Galeri Foto: Momen Langka Anies Baswedan Kepergok Naik Angkutan Umum

Blok S Jadi Contoh dan Inspirasi

Salah satu lokasi yang jadi contoh adalah Blok S, Jakarta Selatan, yang berdekatan dengan kawasan bisnis SCBD. Pramono menilai lapangan sepak bola di sana bisa di kembangkan menjadi pusat kegiatan modern.

“Lapangan sepak bola bisa di buat indoor. Lantai tiga dan empat jadi co-working space untuk anak muda, dan lantai atasnya untuk hunian kelas menengah ke atas,” jelasnya.

Namun, Pramono menegaskan bahwa konsep mixed use ini tidak akan di terapkan secara seragam. Setiap wilayah akan di sesuaikan dengan karakter sosial dan ekonomi masyarakatnya.

Khusus Wilayah Padat, Fokus pada Fungsi Sosial dan Pendidikan

Untuk daerah padat seperti Cilincing dan Tanjung Priok, konsep gedung mixed use di arahkan untuk fungsi sosial, seperti pendidikan dan olahraga.

“Lantai satu dan dua bisa di gunakan untuk SD, lantai tiga untuk fasilitas olahraga, dan lantai atasnya untuk hunian rakyat yang kita subsidi,” ujar Pramono.

Penutup

Pembangunan gedung mixed use Jakarta Selatan menjadi simbol perubahan wajah kota menuju tata ruang yang lebih efisien dan manusiawi. Dengan pendekatan yang adaptif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat, proyek ini di harapkan jadi model baru pembangunan perkotaan di Indonesia.