Systemaniax.com – David Ozora, korban penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo, kini kembali tampil di publik setelah melewati masa pemulihan panjang. Pemuda yang sempat koma akibat penganiayaan brutal pada Februari 2023 itu mengaku telah memaafkan pelaku yang nyaris merenggut nyawanya.
Meski begitu, David Ozora kini justru menarik perhatian warganet lewat sejumlah unggahan di media sosial, terutama di TikTok. Dalam beberapa videonya, ia terlihat melontarkan sindiran halus namun tajam kepada Satriyo dan Rafael Alun Trisambodo, ayah Mario yang juga merupakan mantan pejabat pajak.
Sindiran untuk Mario Dandy dan Rafael Alun
Dalam berbagai kontennya, David tampak menyinggung kasus lama yang sempat menghebohkan publik. Ia bahkan menggunakan foto Rafael Alun sebagai stiker di beberapa unggahan. Tak hanya itu, David juga sempat menyinggung mobil Rubicon milik Mario Dandy yang dulu menjadi simbol kemewahan sekaligus pemicu kemarahan publik karena disebut-sebut belum membayar pajak.
Salah satu unggahan yang viral menampilkan kalimat bernada satire, “Mau ngejar mimpi. Mimpi gua Rubicon,” tulis David dalam keterangan videonya. Meski nada kontennya penuh sindiran, David sesekali tetap menunjukkan sisi humor dan ketenangan.
Saat seorang netizen bertanya bagaimana ia bisa memaafkan pelaku, David menjawab singkat namun bermakna, “Ngaji,” tulisnya di kolom komentar. Ia mengungkapkan bahwa proses memaafkan Mario Dandy di dapat dari rutinitasnya mendekatkan diri pada Tuhan melalui mengaji dan refleksi diri.
Mario Dandy Dapat Remisi di Hari Kemerdekaan
Sementara itu, Mario Dandy yang kini mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung, di ketahui mendapat remisi pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Kasus penganiayaan ini sempat mengguncang publik karena menyeret nama besar Rafael Alun Trisambodo, hingga membuatnya kehilangan jabatan dan di periksa oleh KPK terkait harta kekayaannya. Kini, meski luka fisik David telah sembuh, warganet menilai bahwa sindiran-sindiran yang ia bagikan menjadi bentuk ekspresi sekaligus pengingat bahwa keadilan tak selalu berakhir di meja hijau.
